-->

Notification

×

Kategori Berita

CARI BERITA

Iklan

Iklan


Iklan



Inilah Bahasa Daerah di Indonesia yang Memiliki Kekhasan dan Kekayaan Tersendiri

| Rabu, November 23, 2022 WIB | Last Updated 2022-12-03T09:18:46Z

Marwahriau.com - Salah satu bahasa daerah di Indonesia yang memiliki kekhasan dan kekayaan tersendiri adalah bahasa Melayu. Bahasa Melayu dalam pengertian umum adalah bahasa yang dituturkan di wilayah Nusantara dan di Semenanjung Melayu. 

Marhalim Zaini dalam bukunya yang berjudul Mengenal Tunjuk Ajar Melayu dalam Pantun, Gurindam dan Syair menjelaskan bahwa selain di Indonesia, bahasa Melayu menjadi bahasa resmi di Malaysia, Brunei, Singapura, juga di Timor Leste. Bahasa Melayu dituturkan pula Afrika Selatan, Sri Lanka, Thailand Selatan, Filipina Selatan, Myanmar Selatan, sebagian kecil Kamboja hingga Papua Nugini. 

"Bahasa Melayu merupakan bahasa yang paling berpengaruh di Asia Tenggara. Sejak abad ke-7 bahasa Melayu telah menjadi lingua franca dalam berbagai kegiatan perdagangan dan keagamaan di Nusantara. Bahasa Melayu merupakan bahasa keempat dalam urutan jumlah penutur terpenting bagi bahasa-bahasa di dunia," jelasnya

Bagi penuturnya, selain sebagai sarana komunikasi dan adaptasi dalam bahasa keseharian, bahasa Melayu berfungsi sebagai sarana ekspresi yang bersifat estetis (mengandung nilai-nilai keindahan). Bahasa estetis ini berbeda dengan bahasa keseharian karena lebih banyak menggunakan metafora dan simbol-simbol. 

Biasanya, bahasa estetis itu juga dikategorikan ke dalam sastra lisan. Kebudayaan Melayu sangat banyak menyimpan kekayaan sastra lisan. Sastra lisan (oral literature) atau sastra rakyat adalah juga karya sastra yang berbentuk lisan, tidak tertulis. 

"Sastra lisan disebarkan atau diwariskan secara turun-temurun, dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi. Sama halnya dengan kategori sastra pada umumnya, sastra lisan juga meliputi puisi, prosa, nyanyian  dan drama lisan," tulisnya dalam buku tersebut.

kemudian juga terdapat penjelasan bahwa dalam sastra lisan Melayu bentuk karya sastra yang termasuk ke dalam jenis puisi lama adalah pantun, syair, gurindam, dan mantra. Sementara yang termasuk jenis prosa adalah hikayat, nyanyi panjang, dongeng, atau cerita rakyat. 

Ada banyak lagi ragam dari bentuk-bentuk sastra lisan di dunia Melayu, yang memiliki kekhasan di setiap daerah. Termasuklah di dalamnya Tunjuk Ajar Melayu yang pada awalnya merupakan sastra lisan yang kemudian ditulis dan disusun kembali oleh pengarang dan budayawan Melayu Riau, H. Tenas Effendy.

Ditulis oleh: semjurnalis