-->

Notification

×

Kategori Berita

CARI BERITA

Iklan

Iklan


Iklan



Peran Guru dalam Meningkatkan Prestasi Siswa

| Minggu, Juni 16, 2024 WIB | Last Updated 2024-06-20T09:19:52Z

Suryani S.Pd Guru SMP N 2 Sinaboi

"Meretas Sukses Pendidikan: Peran Guru dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi"

Pendidikan adalah fondasi yang tak tergantikan dalam membentuk masa depan generasi mendatang. Namun, dalam menghadapi keragaman karakteristik siswa, tantangan bagi para pendidik untuk memastikan setiap siswa mencapai potensinya menjadi semakin kompleks. Inilah tempat pembelajaran berdiferensiasi masuk ke dalam adegan pendidikan modern sebagai solusi yang efektif. Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sekedar trend pendidikan, tetapi lebih merupakan filosofi yang merangkul keberagaman dan inklusi dalam proses pembelajaran. Di bawah bimbingan guru yang memahami peran pentingnya, pembelajaran berdiferensiasi mampu menyesuaikan instruksi dan pengalaman belajar agar sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan setiap siswa. Mari kita mulai dengan menyelami esensi pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks keberhasilan pendidikan yang inklusif dan berdaya guna. Sebagai pemimpin kelas, guru memiliki tanggung jawab besar dalam memahami kebutuhan individual setiap siswa. Melalui penilaian yang cermat dan pengamatan yang mendalam, guru dapat mengidentifikasi tingkat pemahaman, gaya belajar, minat, dan tantangan yang dihadapi siswa.


Pembelajaran berdiferensiasi melibatkan pendekatan yang menyediakan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Ini mencakup strategi diferensiasi pada konten, proses, dan produk pembelajaran, serta memberikan dukungan tambahan dan tantangan yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Guru yang efektif dalam menggunakan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi merancang pengalaman belajar yang terpersonalisasi, mendorong keterlibatan siswa, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan secara terus-menerus mengevaluasi perkembangan siswa.


Adapun teori pendukung pembelajaran berdiferensisasi yaitu, Teori Konstruktivisme, Jean Piaget menyoroti pentingnya interaksi aktif siswa dengan materi pembelajaran untuk membangun pengetahuan mereka sendiri. Dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi, guru memfasilitasi proses konstruktif ini dengan menyediakan pengalaman belajar yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan minat siswa. Teori Kecerdasan Majemuk, Howard Gardner mengajukan bahwa setiap individu memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Pembelajaran berdiferensiasi memanfaatkan konsep ini dengan mengidentifikasi kecerdasan utama siswa dan merancang pengalaman belajar yang sesuai. Teori Zona Perkembangan Proksimal, Lev Vygotsky menekankan pentingnya bantuan dan dukungan dari orang lain dalam mencapai pemahaman yang lebih tinggi. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru bertindak sebagai fasilitator yang membantu siswa berada di zona perkembangan proksimal mereka.


Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang di lakuakn oleh (Nurmi, 2022) Studi ini dilakukan di SMP Negeri 1 Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ini dapat dicapai melalui pengkalsifikasian kemampuan siswa, pengembangan materi yang berbeda yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, dan penerapan pendekatan yang disesuaikan dengan masing-masing siswa. Studi yang dilakukan. (mila, tatang, 2022) Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik karena memberikan kegiatan pembelajaran yang tidak monoton dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Jadi, dengan menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, akan berdampak lebih baik pada keterampilan siswa yang akan bermanfaat di masa depan. 


Pembelajaran berdiferensiasi bukan sekadar sebuah konsep, tetapi lebih merupakan filosofi yang mengakui keunikan setiap siswa dan menyesuaikan pengalaman belajar mereka sesuai dengan kebutuhan individu. Dalam era pendidikan yang semakin kompleks, peran guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi menjadi semakin penting untuk meretas sukses pendidikan yang inklusif dan berdaya guna.


Melalui pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan siswa, guru mampu merancang pengalaman belajar yang terpersonalisasi, menyesuaikan instruksi dan pendekatan pembelajaran, memberikan dukungan tambahan dan tantangan yang sesuai, serta memberikan umpan balik yang konstruktif. Dengan demikian, guru bukan hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi fasilitator yang memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan siswa secara holistik.


Daftar Pustaka 

Nurmi, (2022). JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, Edisi Juli - Desember 

Handiyani, M., & Muhtar, T. (2022). Mengembangkan Motivasi Belajar Siswa melalui Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi: Sebuah Kajian Pembelajaran dalam Perspektif Pedagogik-Filosofis. Jurnal Basicedu, 6(4), 5817–5826


Penulis : Suryani, S.Pd (Guru SMP Negeri 2 Sinaboi) 

Program Pascasarjana Universitas Lancang Kuning dengan Pembimbing Dr. Raudhah Awal, M.Pd pada Mata Kuliah Teori dan Strategi Pembelajaran.