-->

Notification

×

Kategori Berita

CARI BERITA

Iklan

Iklan


Iklan



Masyarakat Desa Kumantan Minta Anggaran Dana Desa di Audit

| Rabu, Desember 11, 2024 WIB | Last Updated 2024-12-11T06:12:27Z

Masyarakat Minta Rehab Posyandu Dihentikan Sementara. 

Kampar - Dibalik susahnya masyarakat dalam mencari pekerjaan untuk kebutuhan ekonomi, masyarakat Desa Kumantan Kecamatan Bangkinang Kota suarakan haknya, dan meminta kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintahan desa untuk dilakukan pemeriksaan atau Audit. (11/12) 


Hal itu disampaikan langsung oleh salah seorang dari Forum Masyarakat Peduli Desa Kumantan (FMPDK) yang enggan menyebutkan namanya karena khawatir akan berdampak pada pengurusan administrasi nantinya. 


"Kami yang tergabung ini meminta untuk melakukan evaluasi kinerja Pemerintah Desa Kumantan yang dipimpin oleh Masri Dalmi S.Sos yang telah memperkerjakan masyarakat dari luar desa ini dalam kegiatan Rehab Posyandu Desa, sementara masyarakat sulit mendapatkan pekerjaan", Katanya. 


Tak hanya itu saja, ia juga meminta untuk melakukan pemeriksaan atau audit terkait Rehab Posyandu ini karena menurutnya terjadi Mark Up atau penggelembungan anggaran. 


"​Lakukan audit dan investigasi terhadap Rehap Posyandu, karena di duga terjadi penggelembungan dana alias Markeup anggaran pada Rehab Posyandu tersebut yang menelan biaya Dana Desa sekitar/ lebih kurang Rp 126 juta, dan Tidak transparansinya penggunaan anggaran Dana Desa, hal ini dimulai dari tidak terpasangnya Plang nama Kegiatan Dana Desa padahal pengerjaannya hampir dan sudah selesai di kerjakan", Katanya. 


"Lakukan evaluasi juga terhadap Sekretaris Desa yakni Saudara Firdaus yang tidak mengetahui SOP serta mencla mencle terhadap administrasi dalam pemerintahan desa", Pungkasnya dengan sedikit geram. 


Tak hanya itu saja, selain menyampaikan aspirasi terhadap Rehab Posyandu tersebut masyarakat Desa Kumantan yang Lainnya juga menyampaikan hal yang sama dan dalam kegiatan yang lainnya juga diminta untuk dilakukan pemeriksaan. 


​"Lakukan Audit dan Investigasi terhadap Rumah Layak Huni yang telah dibuat karena diduga Rumah Layak Huni yang telah dibangun tidak ditempati oleh penerima manfaat tersebut malahan Rumah Layak Huni tersebut disewakan atau dikontrakkan kepada orang lain", Tegas Ibu Dua Anak Itu. 


Adapun yang menghadap menyampaikan aspirasi tersebut yakni Pemuda Pemudi Peduli Kumantan, Ketua Pemuda Desa Kumantan,​Asosiasi Tukang Kumantan (ATK), ​Forum Masyarakat Peduli Desa Kumantan (FMPDK),​Pekerja / Buruh Harian Lepas, Pemuda Peduli Kumantan (PPK), Buruh Tani/ Nelayan,Guru/ Honorer dan Pekerja.