-->

Notification

×

Kategori Berita

CARI BERITA

Iklan

Iklan


Iklan



Dompet Dhuafa Riau Kunjungi UMKM SUWAI di Siak, Ini Tujuannya

| Selasa, Februari 25, 2025 WIB | Last Updated 2025-02-27T11:14:39Z

SIAK - Dompet Dhuafa Riau melakukan care visit atau kunjungan ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) SUWAI Anyaman Pandan di Desa Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (25/2/2025).


SUWAI merupakan UMKM yang memproduksi komoditas dengan bahan utama daun pandan. Tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, SUWAI juga fokus pada pengembangan keberlanjutan budaya yang berprinsip sociopreneur.


Supervisor Program Dompet Dhuafa Riau, Ridia Wulandari mengatakan bahwa program SUWAI Anyaman Pandan merupakan salah satu program pemberdayaan dari Dompet Dhuafa Riau dengan cara memberdayakan para ibu-ibu di Desa Tanjung Kuras.


"Alhamdulillah hari ini kita sampai di basecamp SUWAI yang merupakan salah satu komunitas pembuat kerajinan tangan atau kriya dari bahan Pandan,"katanya. 


Lanjutnya anyaman pandan dikerjakan oleh ibuk-ibuk dan ini merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya menganyam, lingkungan dan ekonomi atau pendapatan masyarakat khususnya para ibu-ibu di Desa Tanjung Kuras. SUWAI juga menjadi salah satu wadah UMKM untuk pemasaran dari produk-produk anyaman pandan.


Ia mengaku bahwa kehadirannya bersama rombongan dalam rangka untuk memperkenalkan produk anyaman pandan dari Tanjung Kuras kepada masyarakat luas dalam melestarikan budaya, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.


Owner SUWAI Cerlin Febri Ramadhani mengatakan bahwa SUWAI berasal dari bahasa melayu "suai" yang berarti cocok atau benar, harapannya produk SUWAI dapat menjadi pilihan yang cocok dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. 


Saat ini Suwai memproduksi anyaman yang berasal dari daun pandan, hal ini dikarenakan menganyam daun pandan merupakan tradisi masyarakat melayu khususnya perempuan yang saat ini mulai tergerus oleh zaman.


Beberapa produk anyaman yang sudah SUWAI bina sekitar 25 jenis produk seperti tikar, tas, semi rajut, over pot, alas piring, alas gelas, tas belanja, sandal hotel dan beberapa produk lainnya.


Cerlin Febri Ramadhani mengaku suport dan dukungan Dompet Dhuafa Riau membawa dampak positif untuk SUWAI sebab bantuan seperti modal, alat produksi, pelatihan dapat meningkatkan jumlah produksi, kreatifitas pengrajin serta kualitas produksi anyaman pandan.


"Dompet Dhuafa Riau juga ikut membeli produk SUWAI dan ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami," ujarnya.



Ia berharap UMKM SUWAI Anyaman Pandan terus mendapatkan dukungan dan lebih diberdayakan lagi supaya kualitas dan kuantitas produksi dapat lebih meningkat sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat serta lebih dikenal masyarakat luas.


Disisi lain, Dompet Dhuafa Riau juga tidak henti-hentinya memberikan dukungan kepada SUWAI, kunjungan kali ini sekaligus ikut membantu mempromosikan produk-produk Program SUWAI Anyaman Pandan dengan menghadirkan media dan Influencer.


Influencer Pekanbaru Dhea Lubis mengaku sangat takjub produk-produk anyaman pandan yang diproduksi oleh SUWAI. Selain itu ia juga berharap budaya menganyam yang sudah diwarisi secara turun temurun oleh masyarakat setempat dapat dipertahankan dan terus melakukan inovasi.


"Menggunakan produk anyaman SUWAI bagian dari menjaga budaya menganyam di Bumi Lancang Kuning," ujarnya


Ia juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat ke Dompet Dhuafa karena setiap zakat yang disalurkan akan disalurkan kembali untuk program pemberdayaan seperti anyaman pandan SUWAI.


"Sudah tidak ada keraguan lagi untuk menyalurkan zakat kalian ke Dompet Dhuafa. Karena Berzakat kerennya gak ada obat," tutupnya.


Sebagai informasi, di basecamp SUWAI Anyaman Pandan, rombongan Dompet Dhuafa Riau juga mendapat edukasi terkait menganyam daun pandan menjadi produk yang bermanfaat, menikmati hidangan makanan khas Melayu sekaligus berbelanja produk hasil karya penerima manfaat. (sam)