ROKAN HILIR - Pemuda Desa Sungai Manasib terus berupaya mencari solusi lapangan kerja untuk masyarakat setempat. Salah satunya adalah mengundang atau menyurati beberapa perusahaan-perusahaan yang wilayah kerjanya di Desa Sungai Manasib.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sungai Manasib Salman Kusdi menyampaikan bahwa undangan diberikan diberikan kepada beberapa perusahaan besar untuk mendapatkan informasi terkait lapangan kerja atau loker.
"Sudah ada beberapa perusahaan besar yang kita undang untuk mendapatkan informasi terkait lowongan pekerjaan," kata Salman Kusdi, Jumat (28/3/2024).
Ia menyebutkan bahwa upaya yang dilakukan tersebut bagian dari kolaborasi antara LPM dan Karang Taruna Desa Sungai Manasib. Tak hanya itu, langkah yang dilakukan pemuda setempat ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak pemerintah desa.
Ia juga menyebutkan, beberapa perusahaan yang sudah diundang itu sudah ada yang memberikan pernyataan bahwasanya jika ada lowongan pekerjaan atau penerimaan karyawan akan diinformasikan secepatnya. Namun sebaliknya ada juga beberapa perusahaan yang sudah diundang namun tidak memenuhi undangan.
"Alhamdulillah kita juga mendapat dukungan dari pemerintah desa," ujarnya.
"Dari pernyataan beberapa perusahaan yang memenuhi undangan kita, mereka menyatakan bahwa akan bersedia memberikan informasi jika nanti ada penerimaan karyawan, kemudian yang belum mengindahkan undangan kita akan kita undang kembali," imbuhnya.
Salman juga berharap Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hilir ikut andil dalam memperjuangkan tenaga kerja untuk masyarakat Negeri Seribu Kubah khususnya Desa Sungai Manasib.
Bersamaan dengan itu, Ketua Karang Taruna Desa Sungai Manasib Zakaria mengungkapkan undangan untuk perusahaan yang beroperasi di wilayah desa Sungai Manasib dilakukan sebab minimnya lapangan pekerjaan padahal masih banyak masyarakat setempat membutuhkannya.
"Kita lakukan ini untuk kepentingan masyarakat sebab banyak yang membutuhkan pekerjaan," terangnya.
"Perusahaan banyak disini (Sungai Manasib_red) harus memberikan manfaat, salah satunya memprioritaskan masyarakat desa kami untuk bekerja di perusahaan," imbuh Zakaria.
Ketua Karang Taruna ini ingin perusahaan yang wilayah kerja di desa nya itu lebih bijak dengan memprioritaskan daerah wilayah kerjanya. Maka dari itu, kedepannya Ia berharap perusahan untuk lebih transparan terkait lowongan pekerjaan.
"Kesempatan kerja harus diberikan kepada masyarakat desa kami sebab wilayah kerjanya disini jadi masyarakat tempatan harus menjadi prioritas bukan daerah lain," tutup Zakaria.
Sebagai informasi, PT Pertamina Hulu Rokan adalah induk dari perusahaan-perusahaan wilayah kerjanya di Desa Sungai Manasib. Sedangkan perusahaan yang disurati pemuda setempat tersebut merupakan subkontraktor yang mengerjakan pekerjaan wilayah Pertamina Hulu Rokan.
Adapun perusahaan yang tidak mengindahkan undangan pemuda antara lain PT. Bormindo Nusantara, PT. Vadhana Internasional, PT. Patra Drilling Contractor (PDC), PT. Petrindo Semesta, PT. General Buditekindo (GBT), PT. Andalas Karya Mulya (AKM). Kemudian perusahaan memenuhi undangan pemuda antara lain PT. Indrillco Bakti (IDB), PT. Sumigita Jaya (SGJ), PT. Wahanakarsa Swandiri, PT. Baker Hughes Indonesia.
Kemudian masih ada 12 Perusahaan yang belum di undang diantaranya adalah PT. Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI), PT. Besmindo Materi Sewatama (BMS), PT. CSD Consortium, PT. Maharani Prima, PT. Schlumberger Indonesia, PT. Elnusa .Tbk, PT. Putra Riau Kemari (PRK), PT. Cipta Hasil Sugiarto (CHAS), PT. Rifansi Dwi Putra, PT. Nindya Karya, PT. Arjuna Petrogas Indonesia, PT. Bohai Drilling Service Indonesia (BDSI).(lang)